Ketua KMP Dukung Penuh Pesantren Lansia Indonesia: Syiar Dakwah Harus Dibangun Melalui Kolaborasi Antar Masjid

26 Jun 2026 Admin Berita Jamaah
Gambar Berita
Bogor – Dukungan terhadap Pesantren Lansia Indonesia (PLI) dengan kampanye Gerakan Nasional Berantas Buta Al-Qur'an yang diinisiasi oleh mpjs-danakematian.id terus mengalir dari berbagai elemen penggerak masjid. Kali ini dukungan datang dari Bapak Andi Juliandi, selaku Ketua Nasional Kolaborasi Masjid Pemberdaya (KMP).

Sebagai komunitas yang selama ini aktif mendorong masjid agar tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat, KMP menilai bahwa kehadiran Pesantren Lansia Indonesia merupakan sebuah ikhtiar strategis yang perlu didukung dan dikembangkan bersama.

Menurut Andi Juliandi, tantangan dakwah saat ini tidak dapat diselesaikan oleh satu lembaga atau satu masjid saja. Dibutuhkan sinergi, kolaborasi, dan semangat gotong royong antar masjid untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat.

"Adalah kewajiban kita untuk syiar dakwah melalui kolaborasi masjid-masjid, kita memang harus selalu saling support dalam kebaikan," ungkap Andi Juliandi.

Pernyataan tersebut sejalan dengan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Surat Al-Baqarah ayat 148:

فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ

"Berlomba-lombalah dalam kebaikan." (QS. Al-Baqarah: 148)

Ayat tersebut mengandung pesan bahwa setiap muslim dituntut untuk senantiasa bersegera dan berlomba dalam menghadirkan kebaikan di tengah masyarakat. Salah satunya melalui kolaborasi program-program kemaslahatan yang berbasis masjid.

Di tengah masih banyaknya orang tua dan lansia yang belum memiliki kesempatan belajar membaca Al-Qur'an secara memadai, Pesantren Lansia Indonesia hadir sebagai gerakan yang berupaya menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat pendidikan, pembinaan, dan pelayanan umat.

Melalui konsep kelas Al-Qur'an berbasis masjid, PLI ingin menghadirkan ruang belajar yang nyaman, ramah, dan penuh penghormatan bagi para orang tua agar mereka dapat semakin dekat dengan Al-Qur'an di usia senja.

Lebih dari sekadar program belajar mengaji, gerakan ini diharapkan mampu membangun ekosistem dakwah kolaboratif antar masjid di berbagai daerah Indonesia.

Semangat kolaborasi inilah yang selama ini juga menjadi ruh dari Kolaborasi Masjid Pemberdaya, yakni menjadikan masjid sebagai pusat peradaban yang hidup, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Grand Launching Pesantren Lansia Indonesia sendiri akan dilaksanakan pada:

📍 Masjid Athoillah Kota Wisata
📅 Ahad, 28 Juni 2026
🕰 Ba'da Shubuh Berjamaah

Acara ini terbuka untuk umum dan gratis.
Diharapkan menjadi titik awal lahirnya semakin banyak kelas-kelas Al-Qur'an bagi lansia di masjid-masjid Indonesia.
Mari Menjadi Bagian Dari Gerakan Kebaikan Ini

Hari ini mungkin kita masih kuat berjalan, bekerja, dan beraktivitas. Namun suatu hari nanti, kita pun akan berada pada fase yang sama seperti orang tua kita hari ini.

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan, memakmurkan masjid, dan menghadirkan ruang belajar Al-Qur'an bagi para lansia.

> Sebarkan informasi ini, hadir dalam Grand Launching, dan jadilah bagian dari Gerakan Nasional Berantas Buta Al-Qur'an bersama Pesantren Lansia Indonesia.